1. Isi data mesin
Isi data dasar mesinmu. Semakin realistis angkanya, semakin berguna hasilnya.
Total beban yang ikut bergerak pada axis tersebut. Contohnya gantry, carriage, spindle, bracket, dan komponen lain yang benar-benar ikut jalan.
Perkiraan gaya saat tool memotong material. Untuk kayu bisa kecil, untuk aluminium bisa lebih besar. Jika ragu, isi konservatif dulu.
Tambahan beban dari linear rail, wheel, screw, seal, preload, atau mekanik yang agak seret. Ini membantu hasil jadi lebih realistis.
2. Hasil perhitungan
Jangan hanya melihat angka holding torque di katalog. Yang penting adalah kemampuan motor saat benar-benar berjalan.
—
Panduan singkat untuk pengguna awam
Supaya user pemula tidak salah mengartikan hasil kalkulator.
Cara pakai singkat
- Isi berat axis yang benar-benar bergerak.
- Masukkan target akselerasi dan kecepatan maksimum yang diinginkan.
- Isi perkiraan gaya potong dan gesekan secara konservatif.
- Pilih transmisi: belt, screw, atau rack.
- Lihat hasil “Torsi Kerja” dan “Saran Holding Torque”.
Kesimpulan sederhananya
- Semakin berat axis, semakin besar motor yang dibutuhkan.
- Semakin tinggi akselerasi dan feed, semakin besar kebutuhan torsi.
- RPM motor yang terlalu tinggi bisa membuat stepper cepat kehilangan tenaga.
- Jika hasil mendekati batas, lebih aman naik satu kelas motor atau turunkan target performa.
Motor stepper selalu kehilangan torsi saat putaran naik. Jadi motor 3 Nm belum tentu masih kuat 3 Nm pada 800–1000 rpm.
Untuk NEMA23/NEMA34, driver dan tegangan supply yang tepat sering lebih penting daripada sekadar memilih motor yang lebih besar.
Selalu beri margin untuk gaya potong, gesekan, misalignment, preload, dan perubahan beban. Karena itu kalkulator memakai faktor keamanan.
